20 Desember 2017

Analisis Citra Satelit di bidang GIS dan Konservasi Hutan

Hutan Jambi Tinggal 18 Persen 566.5 Hektare Terbakar di 2017


Jambi darurat hutan. Inilah yang terjadi saat ini. Sebab, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi masih sering terjadi. Berdasarkan data KKI Warsi, tercatat selama 2017, terjadi kebakaran hutan dan lahan seluas 566.5 ha di tanah mineral dan gambut. Mirisnya, saat ini Provinsi Jambi hanya memiliki 930 ribu ha hutan atau hanya 18 persen dari luas daratan Jambi.
Menurut Rudi Syaf, Direktur Eksekutif KKI Warsi bahwa kebakaran hutan sepanjang 2017 meliputi kawasan hutan produksi, hutan konservasi dan areal penggunaan lain. Dikatakannya bahwa kebakaran hutan tahun ini relatif kecil di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tercatat selama 2017, kebakaran hutan dan lahan seluas 566.5 ha yang terjadi di tanah mineral dan gambut. “Kebakaran di gambut relatif kecil dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan di tanah mineral kebakaran terjadi karena ada aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan,” ujarnya saat menyampaikan rilis akhir tahun KKI Warsi, Selasa (19/12).
Direktur Eksekutif KKI Warsi, menjelaskan bahwa Provinsi Jambi masih belum mampu menghambat laju deforestasi. Hal tersebut berdasarkan analisis Citra Satelit yang dilakukan tim GIS Komunitas Konservasi Indonesia WARSI. Saat ini, tutupan hutan di Provinsi Jambi 2017 tinggal 930 ribu ha, atau hanya 18 persen dari luas daratan Jambi.
“Kehilangan hutan dipicu sejumlah aktivitas manusia, di antaranya alih fungsi hutan, tambang illegal dan  perambahan liar,” ungkapnya.
Dikatakannya bahwa kehilangan hutan telah memicu berbagai masalah di Provinsi Jambi. Seperti bencana ekologis dan konflik satwa dan manusia masih menjadi persoalan yang terus berulang. “Tahun ini banjir dan longsor  terjadi beberapa kali di sejumlah daerah di Provinsi Jambi. Sebanyak tujuh orang kehilangan nyawa, ribuan mengungsi, ribuan rumah terendam. Ribuan ha sawah serta fasilitas umum seperti sekolah, mushala dan pusat kesehatan juga ikut terendam,” bebernya.
Pasca penerapan Perda Pencegahan dan Penanggulangan  Kebakaran Hutan dan Lahan, partisipasi masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan meningkat tajam. Pendampingan masyarakat di lahan gambut juga turut serta memperkecil tidak menyebarnya kebakaran hutan dan lahan.
“Peran dari pemuda peduli hutan dan masyarakat peduli api juga sangat besar dalam mengantisipasi maupun mengendalikan kebakaran terutama di lahan gambut,”kata Rudi.

Sumber : Jambi Independent

0 komentar:

Workshop :

Jl. Cagak No. 3
Ciparay-Bandung
Hp : 081366903994
Email : donny79itn@gmail.com